Dulu, setiap kali pulang kampung dan 'mampir' di masjid, selalu ada kawan kecil yang setia menyambut: kawanan goléjra — burung-burung kecil yang berisik tapi menghibur. Mereka beterbangan di bawah kubah, berkejaran di antara genting, kadang hinggap di pengeras suara seolah ikut mendengarkan shalawatan. Entah sejak kapan, tapi kehadiran mereka seperti bagian dari suasana kampung itu sendiri.
Konon, burung kecil ini dulu banyak bersarang di gedung-gedung batu dan beratap tinggi di kota-kota Eropa. Karena sering terlihat di sekitar gereja, orang menyebutnya church sparrow, atau dalam bahasa kita: burung gereja. Dari pelabuhan dan kapal dagang, mereka terbawa hingga ke tanah Hindia Belanda, dan menemukan rumah baru di atap-atap rumah serta menara masjid di kampung-kampung tropis.
Lucunya, nama aslinya tetap terbawa: burung gereja. Padahal di tanah Sunda, mereka justru lebih sering bersarang di masjid, dan tak ada yang menggantinya menjadi 'burung masjid'. Orang kampung menyebutnya goléjra — pelafalan lokal dari kata "gereja" yang berubah lembut di lidah orang Priangan. Sebutan yang lahir dari lidah yang tak bisa diam, tapi juga tak mau kehilangan identitas.
Sekarang, masjidnya makin megah, lantainya marmer, plafonnya rapi, dan jendelanya kaca kedap udara. Tapi coba tengok ke atap —sepi...! Tak ada lagi burung yang bersarang di sela genting, tak terdengar kicau riuh di waktu zuhur. Mungkin mereka tak betah lagi di masjid yang terlalu bersih untuk debu, terlalu rapat untuk angin.
Bukan cuma di masjid. Di rumah-rumah pun sama. Genting lama diganti dengan atap baja ringan, pekarangan disemen, dan pohon mangga yang dulu jadi tempat bertengger kini sudah tumbang. Goléjra kehilangan rumahnya, pelan-pelan tersingkir dari pemandangan harian kita.
Barangkali, hilangnya goléjra bukan cuma soal burung yang pergi, tapi tanda bahwa kampung kita sedang berubah arah. Semakin rapi, tapi juga semakin sunyi. Dan mungkin, di suatu sore yang tenang, kita akan rindu suara ribut kecil di bawah kubah — yang dulu tak pernah kita perhatikan, karena kita kira akan selalu ada.***
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar